Merawat Anak Murai Batu Umur 0 Sampai 3 Minggu

Merawat Anak murai batu umur 0 sampai 3 Minggu.Nah setelah sebelumnya kita membahas tentang tentang telur murai batu menetas,kali ini kita akan mengulas Merawat anak murai batu umur 0 sampai 3 minggu.Dalam masa induk murai batu mengeram,pakan yang perlu di berikan adalah berupa kroto dan sedikit jangkrik sampai induk murai tersebut menetaskan anaknya.

Pakan yang berupa jangkrik dan kroto saat induk mengeram sampai menetaskan anaknya sangat bermanfaat nantinya ketika anakan tersebut sudah menetas.selain akan mempercepat pertumbuhan anaknya,juga bisa menambah berat badan agar cepat besar kususnya pada piyikan murai batu.

Advertisement

Waktu menyapih Anakan murai batu.

Setelah telur tersebut menetas,birkan selama satu minggu bahkan lebih agar anak nya di asuh oleh induknya.anakan murai batu memiliki tingkat sensintif yang sangat mudah untuk di serang penyakit,maka sebaiknya,jika ingin menyapih atau memisahkan anak murai batu dari induknya,usahakan berumur satu minggu lebih.

Nah jika kita terlalu lama dalam anakan tersebut di asuh induknya,juga tidak baik jika terlalu lama,nantinya anakan tersebut akan cenderung takut terhadap manusia.dengan demikian,akan lebih susah untuk kita merawat dan memberi pakan pada anakan tersebut.Waktu menyapih yang pas adalah ketika anakan murai batu berumur 7 sampai 8 hari.sebaiknya langsung kita pisahkan dari induknya untuk kita rawat sendiri.merawat anak murai batu umur 0 sampai 3 minggu

Setelah kita sapih dari induknya,induk murai batu tersebut tidak berlangsung lama akan timbul birahinya kembali.dengan cara ini,kita akan lebih cepat mendapatkan anakan murai batu di bandingkan jika anak di asuh pada induknya sampai besar.biasanya setelah 40 hari setelah pemisahan anak tersebut,induk murai batu sudah siap untuk bertelur kembali.

Kelebihan lainya jika kita merawat piyikan murai batu adalah kualitas anakan tersebut akan lebih terjamin jika kita yang merawat dari pada jika di rawat oleh induknya sendiri.sebab anakan tersebut akan sangat mudah mengenali lingkungan serta cepatnya beradaptasi dengan manusia.ketika jumpa dengan manusia anakan tersebut juga tidak ketakutan.

Advertisement

Jika anakan yang di asuh oleh induknya sampai besar,kebanyak akan sangat takut terhadap manusia.jika kita tarug dalam sangkar,apabila ada manusia lewat,burung tersebut akan ketakutan dengan di tandai dengan agresif di dalam sangkar,klabakan dan menabar dinding kandang sangkarnya sendiri.dengan demikian,anakan tersebut sudah bisa di pastikan mentalnya akan drop serta tidak berkualitas jika nantinya kita konteskan.

Merawat Anak piyikan.

Setelah kita memisahkan piyikan tersebut dari indukya,yang perlu kita siapkan adalah sebuah ingkubator atau pemanas saat malam tiba.hal berguna untuk menjaga suhu anakan murai batu agar tidak kedinginan kususnya pada waktu malam hari.

Kita biasa membuat sendiri ingkubator dengan media lampu pijar.dengan membuat kotak kusus di dalamnya kita berikan lampu yang agak tinggi wattnya agar suhu hangat.ingkubator bisa berupa tripleks,kayu dll dengan ukuran di sesuaikan sendiri,yang penting tidak terlalu kecil untuk meletakan piyikan murai batu di dalamnya.

Untuk lampu pijar berikan sesuai ukuran ingkubator yang anda buat,usahakan suhu dalam ruangan berkisar 30 cc.untuk suhu lebih akurat,kita bisa menggunakan alat termometer untuk mengatur suhunya.dengan demikian,kualitas suhu tetap terkontrol dan membuat piyikan tersebut nyaman pada malam hari.

Membuat Sarang dalam Ingkubator.

Di dalam ingkubatornya sebaiknya juga di siapkan sarang yang berupa kotak kayu atau pot yang terbuat dari tanah liat yang kecil.yang penting tidak goyang saat di pijak oleh anak burung tersebut.

Dalam kotak dalam bisa kita tambahkan berupa serabut kelapa atau kapas untuk menjaga anakan tersebut tergores oleh kayu atau pot tanah liat tersebut.

Pemberian pakan.

Selama piyikan tersebut berada dalam wadah ingkubator,pakan juga harus di perhatikan kita bisa memberikan voer dan kroto hanya sebagai pakan tambahan atau selingan.Sebaiknya dalam memberikan pakan pada piyikan murai batu,Voer kita aduk menggunakan air panas.dengan demikian,selain menjaga piyikan terserang diare,air panas mampu memasakan voer tersebut menjadi pakan yang berkualitas.

Baca juga: Berapa hari telur murai batu menetas?

Sebaiknya dalam memberikan pakan pada piyikan murai batu sangat di perhatikan,sebab ini awal piyikan tersebut untuk mengenali serta beradaptasi dengan manusia..semoga berguna..

Advertisement
100 Model Kaos Burung Unik murah
Merawat Anak Murai Batu Umur 0 Sampai 3 Minggu | admin | 4.5
error: Tulisan Di lindungi DCMA.